<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041</id><updated>2012-02-16T23:23:23.422+08:00</updated><category term='salam perkenalan'/><category term='produk'/><category term='Salak'/><category term='Berita'/><title type='text'>Salak</title><subtitle type='html'>Salak buah yang dapat dimanfaatkan, selain dimakan segar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1138364456876972953</id><published>2012-02-08T11:15:00.001+08:00</published><updated>2012-02-08T11:15:08.613+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>EKSPOR SALAK  Potensi ekspor salak besar tapi minim promosi</title><content type='html'>Minggu, 29 Januari 2012 | 19:51  oleh Handoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA. Potensi buah lokal nampaknya masih menjanjikan untuk pasar ekspor, salah satunya adalah salak. Namun sayangnya, minimnya promosi membuat pasar ekspor salak belum banyak mengenal buah salak ketimbang buah-buah lain seperti mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurangnya promosi menjadikan buah ini kalah bersaing dengan jenis buah yang lain," kata Komar Muljawibawa, Direktur PT Alamanda Sejati Utama, salah satu eksportir buah salak (28/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan Komar, dari 50 ton ekspor buah tropis Indonesia, sebesar 5% atau sekitar 2,5 ton-4 ton merupakan buah salak. Ia menambahkan, permintaan buah salak relatif stabil dari tahun ke tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar utama untuk komuditas buah bernama latin salacca zalacca ini antara lain Singapura, Hongkong dan China. Harga jual salak untuk pasar ekspor juga bervariasi, mulai dari Rp 20.000 per kilogram (kg) sampai dengan harga Rp 30.000 per kg. "Sementara harga beli dari petani sebesar Rp 8.000 per kg-Rp 10.000 per kg," terang Komar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://industri.kontan.co.id/news/potensi-ekspor-salak-besar-tapi-minim-promosi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1138364456876972953?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1138364456876972953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2012/02/ekspor-salak-potensi-ekspor-salak-besar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1138364456876972953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1138364456876972953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2012/02/ekspor-salak-potensi-ekspor-salak-besar.html' title='EKSPOR SALAK  Potensi ekspor salak besar tapi minim promosi'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-5059702857309388184</id><published>2010-07-03T21:01:00.003+08:00</published><updated>2010-07-03T21:06:21.934+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Salak pondoh Sleman  goes organic</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kondang dengan mata dagangan pertanian salak pondoh, kini petani salak di Sleman Yogyakarta mulai banyak beralih ke sistem tanam salak organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak perbedaan signifikan dalam cara tanam maupun pengolahan pada kedua jenis salak tersebbut. Pada dasarnya salak pondoh organik hanya tidak menggunakan zat kimia dalam penanamannya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwanto Ismoyo, Ketua kelompok tani salak pondoh organik Si Cantikdi Ledoknongko, Turi Sleman, mengatakan proses paling sulit adalah mencari sertifikasi dari Dinas Pertanian setempat untuk menjamin salak produksinya merupakan hasil pertanian organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak bisa langsung dapat, harus melewati proses yang cukup lama dan rumit,"kata Purwanto di tengah kebun seluas 2,5 hektar yang dipakai kelompoknya sebagai lokasi tanam utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejak sertifikasi didapat tahun 2005, salak organik produksi kelompok ini sudah mendapat kesempatan menjadi produk ekspor ke Cina.&lt;br /&gt;"Kalau di pasar lokal harganya Rp 2500-4000, diekspor rata-rata Rp 6000," tambah Purwanto sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya harga salak pondoh untuk ekspor ini membuat banyak petani beralih ke pola organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar ekspor, misalnya Cina yang saat ini menerima kiriman rata-rata 3 ton per minggu dari kelompok Si Cantik, memilih organik karena kualitas barang dan daya tahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain tanpa kandungan zat kimia, daya tahannya juga jauh lebih kuat sampai sebulan," kata Waliman Djarwowasito, seorang petani yang juga pengumpul salak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tahan merupakan unsur penting dalam perdagangan produk pertanian karena menentukan nilai produk.&lt;br /&gt;Pekerjaan berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebun salak pondoh organik nampak jauh lebih rapi dan bersih dibanding kebun salak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan pohon sejajar teratur dipisahkan dari barisan berikutnya membuat kebun salak enak dinikmati baik untuk memeriksa kondisi tanaman maupun memetik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini diperoleh dengan kerja keras, kata Purwanto Ismoyo, bagian dari syarat mendapat sertifikasi tanaman organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi petani itu berat sekali, karena kita dituntut membuat administrasi. Tiap langkah yang dilakukan petani dalam merawat kebun dari pengolahan tanah, pemupukan, pemangkasan, pola panen, dan seterusnya," tambah Puwanto.&lt;br /&gt;Tumpukan buku administrasi petani ini dalam periode tertentu akan diperiksa dinas pertanian sebagai bahan penilaian apakah petani layak tetap mendapat sertifikat tanam organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berat sejauh ini hasilnya dianggap sangat menggembirakan petani, tiap rumpun salak menghasilkan 8-15 kg buah per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani salak seperti Mujiyanto, juga senang karena salak organik mengirit pengeluaran pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu waktu tanam salak biasa, kita harus banyak keluar modal untuk pupuk kimia," kata Mujiyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik 2000 meter persegi kebun salak ini juga mengaku diuntungkan karena melalui kelompok tani salak organik, dimungkinkan petani mendapat bantuan dinas pertanian mulai dari modal, pupuk sampai pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu hektar lahan bisa ditanami hingga 3.000 rumpun salak.&lt;br /&gt;Dalam setahun salak bisa dua kali dipanen, pada Desember dan Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada produk salak lokal, biasanya panen akan diikuti merosotnya harga akibat melimpahnya pasokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harga salak lokal sekitar Rp4000, tapi kalau panen raya harga jatuh sampai Rp 2000-2500," keluh Mujiyanto, petani salak anggota Si Cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada kasus salak organik untuk ekspor dan pasar supermarket lokal, harga tetap bisa dipertahankan paling rendah Rp5000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Turi, tiap tahun diperkirakan produksi salak, organik maupun lokal, mencapai 30 ribuan ton.&lt;br /&gt;Trauma pemasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski nampak meguntungkan petani salak juga mengalami sejumlah kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waliman dan anaknya, Agus Widodo, sudah belasan tahun menjadi pengepul salak dan memasarkannya ke berbagai kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari mereka rata-rata mengirim 3 ton salak ke berbagai kota, terutama ke Palembang, Aceh, Pekanbaru dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali kirim beberapa ton, terbesar untuk Bali karena bisa sampai 5 ton sekali jalan,"jelas Agus.&lt;br /&gt;Bali merupakan pasar salak yang sangat penting karena komoditi ini dibutuhkan sebagai pelengkap sesaji tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kita sudah trauma kirim ke Jakarta, karena berkali-kali ditipu," tambah Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pemasaran salak umumya hanya didasarkan pada pemesanan jarak jauh. Begitu pesanan diterima, salak langsung dikirim ke lokasi hingga rata-rata lima kali pengiriman baru dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dikirim ke Jakarta mulanya berjalan baik, lama-lama pembayaran seret malah tidak dibayar sama sekali," tambah Waliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kelompok tani si Cantik berjalna lancar kini model pemasaran salak dikembangkan melalui agroturisme kebun salak petik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya kalau ada pengunjung kita pungut bayaran Rp 7.500, kita sediakan pemandu, petik dan makan salak sepuasnya, lalu bisa belanja salak untuk oleh-oleh,"kata Abdul Kholid yang bertugas menjaga kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan model pemasaran seperti ini, kelompok Si Cantik sudah banyak mendapat pesanan kunjungan selama musim libur sekolah Juni-Juli ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2010/06/100607_slakgoesorganic.shtml&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-5059702857309388184?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/5059702857309388184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2010/07/salak-pondoh-sleman-goes-organic.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/5059702857309388184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/5059702857309388184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2010/07/salak-pondoh-sleman-goes-organic.html' title='Salak pondoh Sleman  goes organic'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-4805223719442456</id><published>2010-01-19T15:21:00.001+08:00</published><updated>2010-07-03T21:01:34.112+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Salak Nglumut</title><content type='html'>08 Desember 2009 | 15:53 wib | Daerah&lt;br /&gt;Salak Nglumut Rambah Pasar Ekspor&lt;br /&gt;Magelang, Cybernews. Para petani salak Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Selasa (8/12), melakukan ekspor perdana salak Nglumut ke China. Ekspor juga akan dilakukan ke Singapura, Malaysia, dan Jepang.&lt;br /&gt;Ekspor perdana salak unggul yang awalnya dibudidayakan di Desa Nglumut ini dilepas oleh Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Prof Zaenal Bachrudin di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.&lt;br /&gt;Acara ini juga dihadiri oleh seluruh pejabat eselon 1 Departemen Pertanian (Deptan), Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Bupati Magelang Ir Singgih Sanyoto, sejumlah eksportir nasional, dan beberapa perwakilan gapoktan, baik dari Kabupaten Magelang maupun Tanggamus, Provinsi Lampung.&lt;br /&gt;Menurut Prof Zaenal, selain manggis dan mangga, salak akan dikembangan menjadi unggulan ekspor nasional Indonesia.&lt;br /&gt;"Lewat Magelang dan Sleman saya berharap Indonesia akan menjadi eksportir salak terbesar di dunia," kata dia.&lt;br /&gt;Langkah Deptan ini mendapat dukungan penuh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Menurut Bibit, kunci utama menyejahterakan petani adalah dengan membuka pasar. Pasalnya, sebagian besar petani bisa menghasilkan buah dan sayuran kualitas ekspor tetapi terkendala pemasaran.&lt;br /&gt;Kabupaten Magelang sendiri memiliki 2.500 hektare lahan salak dengan jumlah panen mencapai 40 ribu ton per tahun. Jumlah panen yang demikian besar tak mampu diserap oleh pasar lokal. Untuk itu, ekspor salak nantinya perlu terus ditingkatkan.&lt;br /&gt;Agar petani tidak dipermainkan tengkulak, Deptan meluncurkan layanan informasi pemasaran produk pertanian via SMS. Dalam layanan ini akan disediakan berita-berita pertanian, harga pasar serta perkembangan cuaca.&lt;br /&gt;( MH Habib Shaleh / CN16 )&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/12/08/41580&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-4805223719442456?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/4805223719442456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2010/01/salak-nglumet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/4805223719442456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/4805223719442456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2010/01/salak-nglumet.html' title='Salak Nglumut'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1519644298285988588</id><published>2009-12-24T22:06:00.001+08:00</published><updated>2009-12-24T22:08:37.687+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Melirik Potensi Salak Sidimpuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Melirik Potensi Salak Sidimpuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Written by Redaksi Web&lt;br /&gt;Monday, 28 September 2009 09:27&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padangsidimpuan identik dengan sebutan Kota Salak. Maklum, tidak sedikit kebun salak di daerah seluas 114,65 km2 itu. Berkat komoditas salak pula, popularitas daerah yang memisahkan diri dari Kabupaten Tapanuli Selatan sejak 21 Juni 2001, meroket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan buahnya cukup menggiurkan, berukuran besar ketimbang salak lainnya dan berkulit hitam ke kuningan. Semburat warna merah menyeruak di daging buahnya. Kondisi itu semakin mengundang hasrat untuk segera mencicipinya. Saat gigitan pertama, kesegaran mencuat di antara paduan rasa asam dan manis dari buah bernama latin Salacca sumatrana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu merupakan ciri khas dari salak Sidempuan," ungkap Arnold Simatupang, seorang staf peneliti buah dari Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) IV Medan, mengomentari rasa buah salak dari tanah Mandailing itu, beberapa waktu lalu di ruang kerja kawasan Jalan Jenderal Besar Dr AH Nasution Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Arnold pula diperoleh informasi seputar salak Sidimpuan. Ternyata, dari kota itu terdapat beberapa varietas salak yang telah terdaftar dalam buah unggul nasional asal Sumatera Utara. Salak Padangsidimpuan Merah, misalnya, dilepas sebagai varietas unggul berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 763/Kpts/TP.240/6/99 tertanggal 22 Juni 1999. Kemudian, salak Padangsidempuan Putih, dilepas sebagai varietas unggul dengan SK Menteri Pertanian No 764/Kpts/TP.240/6/99 tertanggal 22 Juni 1999, serta salak Sibakua, melalui SK Menteri Pertanian No. 427/Kpts/TP.240/7/2002 tertanggal 3 Juli 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arnold mengemukakan, salak Padangsidimpuan merah memiliki sejumlah ciri khas, seperti warna daging buah putih semburat merah dengan rasa daging buah kombinasi manis, masam dan sepat. Daging buahnya juga memiliki ketebalan berkisar 0,3-2,0 cm dengan sifat daging buah agak menempel pada biji, serta bertekstur agak lunak, berair dan berserat halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan salak Padangsidempuan putih yang memiliki daging buah berwarna putih dengan rasa manis, masam dan sepat. Ketebalan daging buah berkisar 0,6 - 2,0 cm dengan sifat daging buah masir/daging buah menempel pada biji, dan tekstur daging buah agak lunak berair. Berbeda dengan salak Sibakua yang berasal dari Desa Sibakua, Kecamatan Padangsidimpuan Barat. Bentuk tanamannya menyerupai payung, dan tertutup rapat oleh pelepah daun. Batangnya merayap di permukaan tanah serta memiliki lebar tajuk berkisar 4-5 meter, dan berbentuk kerucut terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya manis sedikit asam sepat. Jumlah buah pertandan antara 110 sampai 230 buah dengan berat per buah berkisar 50 sampai 150 gram," tukas Arnold, lantas menambahkan, tanaman berbuah sepanjang tahun dengan umur petik optimal enam bulan setelah bunga mekar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi, lanjutnya, salak Padangsidempuan dibudidayakan sejak tahun 1930 di Desa Sibakua dan Hutalambung. Masyarakat di daerah setempat yakin, salak ini dapat menambah nafsu makan. Arnold menyatakan, salak tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dia atas permukaan laut (dpl) dengan tipe iklim basah yang memiliki tingkat keasaman tanah  (pH) 5-7, curah hujan 1500-3000 mm per tahun dengan musim kering antara 4-6 bulan. "Salak suka ditanam di tempat teduh, biasanya di bawah pohon durian atau duku. Tanaman mulai berbuah pada usia tiga tahun," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku, tanaman salak memiliki prospek cerah karena diminati masyarakat. Di pasaran Kota Medan, saat ini harga salak Sidempuan berkisar Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Harga itu cukup menjanjikan mengingat budidayanya relatif mudah. Betapa tidak, salak bisa panen selama beberapa kali sepanjang tahun, yakni panen raya terjadi pada Nopember-Desember-Januari, panen sedang pada Mei-Juni-Juli, serta panen kecil pada Februari-Maret-April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perawatannya juga relatif mudah, yang penting jaga kebersihan kebun dan rajin membuang tunas anakan yang muncul," papar Arnold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dikemukakannya, sinar matahari juga harus dijaga agar bisa masuk ke kebun salak melalui pemangkasan pelepah daun. Selain itu, kata Arnold, jangan ragu untuk membuang buah salak yang tumbuh rapat di setiap tandannya agar bisa tumbuh besar dan merata. "Lakukan penjarangan agar buah salak bisa besar dan merata di setiap tandan," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arnold juga mengingatkan ancaman serangan hama dan penyakit pada tanaman salak. Umumnya, hama kutu wol (putih) atau Cerataphis sp. di sela-sela buah, kumbang, tupai dan tikus, menjadi momok bagi tanaman salak. Namun, beragam pestisida dan insektisida yang ada di pasaran mampu mengatasi hama tersebut. Sedangkan penyakit yang kerap menyerang tanaman salak adalah noda hitam di daun akibat cendawan Pestalotia sp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pihak BPSB IV Medan siap memberikan informasi seputar budidaya tanaman salak dan tanaman buah lainnya," sebut Arnold, mengakhir perbincangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;ferry | GLOBAL | medan&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=19135:melirik-potensi-salak-sidimpuan&amp;amp;catid=27:bisnis&amp;amp;Itemid=59&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1519644298285988588?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1519644298285988588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/melirik-potensi-salak-sidimpuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1519644298285988588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1519644298285988588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/melirik-potensi-salak-sidimpuan.html' title='Melirik Potensi Salak Sidimpuan'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-648623023984956118</id><published>2009-12-24T21:47:00.001+08:00</published><updated>2009-12-24T21:49:12.394+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Singapura dan Cina, Potensi Tujuan Ekspor Salak Nglumut</title><content type='html'>11 Desember 2009 | 10:30 wib | Daerah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Singapura dan Cina, Potensi Tujuan Ekspor Salak Nglumut&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Magelang, CyberNews. Peluang ekspor salak Nglumut ke manca negara terbuka lebar. Jika kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik Indonesia bisa menjadi pengekspor nomer satu dunia. Hal ini dikemukakan Ketua Umum AESBI (Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah Indonesia) Hasan Wijaya, Jumat (11/12).&lt;br /&gt;"Salak Nglumut sangat prospektif. Saya yakin salak Nglumut bisa menembus pasar dunia," kata Hasan Wijaya.&lt;br /&gt;Dijelaskan, untuk pasar buah Singapura saja dalam setahun paling tidak dibutuhkan 1000 ton buah berbagai jenis. Namun sejauh ini salak masih belum banyak masuk ke pasar Singapura.&lt;br /&gt;"Tidak heran jika dari kebutuhan 1.000 ton buah segar di Singapura, Indonesia hanya menyumbang 6 persennya saja yakni 60 ton buah. Padahal sebagai negara agraris dan kaya akan tanaman hortikultura Indonesia harusnya bisa memaksimalkan potensi ini," ujar Hasan.&lt;br /&gt;Syaratnya, lanjut Hasan, para eksportir buah Indonesia mau melakukan edukasi ke pasar singapura. Hal ini karena ada banyak penduduk Singapura yang ternyata belum tahu cara memakan salak. Apalagi tahun depan Singapura akan membuka 2 pusat kasino besar. Pembangunan 2 kasino ini diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke negeri Kepala Singa ini.&lt;br /&gt;Tak hanya itu, menurut Hasan, peluang ekspor salak Nglumut ke China juga terbuka lebar. Hal ini karena penduduk China mencapai 1,2 milyar orang. Namun, jelas Hasan Wijaya, pemerintah China mesnyaratkan adanya registrasi kebun buah salak untuk masuk ke pasar buah mereka. Karena itu, para petani salak Nglumut diminta segera melakukan pendataan dan registrasi kebun salak mereka.&lt;br /&gt;"Registrasi ini meliputi jenis bibit yang ditanam, pengolahan tanah, pupuk yang digunakan, dan pemeliharaan. Syarat ini memang jlimet tetapi semua ini demi kebaikan petani salak juga," jelas Kepala Bidang Sumberdaya dan Pengelolaan Hasil Distanbunhut Kabupaten Magelang, Bambang Purwanto.&lt;br /&gt;( MH Habib Shaleh / CN16 )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/12/11/41810/Singapura-dan-Cina-Potensi-Tujuan-Ekspor-Salak-Nglumut-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-648623023984956118?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/648623023984956118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/singapura-dan-cina-potensi-tujuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/648623023984956118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/648623023984956118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/singapura-dan-cina-potensi-tujuan.html' title='Singapura dan Cina, Potensi Tujuan Ekspor Salak Nglumut'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1468935840498409893</id><published>2009-12-24T21:41:00.001+08:00</published><updated>2009-12-24T21:42:36.560+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>China Gemari Salak Organik Sleman</title><content type='html'>Jumat, 12 Juni 2009 18:56 WIB | Ekonomi &amp;amp; Bisnis | Bisnis | Dibaca 917 kali&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 200 ton buah salak organik produksi kelompok tani Sleman, Yogyakarta, diekspor ke China dalam satu tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ekspor berlangsung rutin tiap minggu rata-rata empat ton, satu tahun terakhir sampai 50 kali ekspor," kata Al Maryono, Manajer Kelompok Tani Tawangrejo Asri Sleman di Arena Pekan Raya Jakarta, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembeli China sangat menyukai salak pondoh Sleman karena selain bebas bahan kimia dari pupuk maupun pestisida, juga rasanya manis dan tidak kesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China sebenarnya meminta dikirim 20 ton per minggu, tetapi yang bisa dipenuhi Sleman hanya empat ton karena produksi petani belum mencukupi, kata Maryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Gambiro, teknisi pengolahan pupuk organik petani Sleman, mengatakan, untuk menghasilkan salak organik, sebelum ditanami lahan pertanian mesti dinetralkan selama tiga tahun dengan tidak digunakan untuk bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah dirasa tanah sudah terbebas dari kandungan kimia, baru dilakukan penanaman buah salak, hingga kini sudah mampu dikembangkan pada areal seluas 12 hektar," kata Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko mengatakan, guna memenuhi tingginya permintaan pasar China, maka petani Sleman meminta pemerintah membantu perluasan areal pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target kita, Sleman menjadi penghasil buah salak organik nasional, untuk mewujudkankannya maka minta pemerintah ikut membantu permodalan petani," kata Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah salak produksi petani Sleman terdiri dari empat jenis kualitas, Prima 1, Prima 2, Prima 2 dan yang saat ini sedang dalam pengembangan Salak Pondoh Organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salak pondoh organik selain sudah 100 persen gunakan pupuk dan pestisida organik, juga sudah memenuhi standar dari sisi lingkungan atau dikenal ramah lingkungan," kata Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Sleman oleh Pemerintah DIY ditetapkan menjadi daerah sentra pengembangan salak organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/view/?i=1244807801&amp;amp;c=EKB&amp;amp;s=BIS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1468935840498409893?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1468935840498409893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/china-gemari-salak-organik-sleman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1468935840498409893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1468935840498409893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/china-gemari-salak-organik-sleman.html' title='China Gemari Salak Organik Sleman'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1331783439893650719</id><published>2009-12-24T21:33:00.001+08:00</published><updated>2009-12-24T21:35:53.086+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Buah Salak Indonesia Dipasarkan Sebagai Salak Thailand</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamis, 30 April 2009 19:09 WIB | Ekonomi &amp;amp; Bisnis | Bisnis | Dibaca 410 kali&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Departemen Pertanian (Deptan) mengungkapkan temuan banyaknya salak Indonesia yang dipasarkan sebagai salak Thailand ke China sehingga merugikan citra produk buah-buahan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Hortikultura Deptan, Ahmad Dimyati di Jakarta, Kamis menyatakan, importir asal Thailand mengambil salak Indonesia terutama salak pondoh kemudian mengganti label kemasan sebagai produk negara tersebut sebelum di ekspor ke China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan usaha untuk menurunkan salak Indonesia di pasar internasional dan ini tak bisa dibiarkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, importir yang mendatangkan salak Indonesia ke Thailand tersebut umumnya tidak terdaftar atau kemungkinan mereka bekerjasama dengan eksportir dalam negeri yang juga tidak teregistrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya akan meminta kepada Departemen Perdagangan agar melakukan registrasi terhadap eksportir produk hortikultura untuk mengantisipasi khasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya registrasi tersebut, menurut Ahmad Dimyati, maka hanya eksportir terdaftar yang nantinya bisa melakukan ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak demikian nantinya eksportir kita yang sudah bersusah payah membuka pasar dunia justru akan tertutup jalannya hingga akhirnya mati. Padahal susah untuk membuka pasar baru lagi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen mengungkapkan, selain buah salak, produk hortikultura Indonesia lainnya yang diakui Thailand yakni manggis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakukan meminta Depdag menerapkan registrasi bagi eksportir maupun importir buah-buahan, lanjutnya, pihaknya juga menghimbau petani untuk hanya melakukan kerjasama dengan eksportir dan importir yang sudah terdaftar, memiliki packing house serta infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke depan harus ada payung hukum untuk ini sehingga tidak hanya berupa himbauan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Dirjen juga menyatakan bahwa dari inspeksi tim ahli asal Belanda didapati salak Sleman sudah mendekati penerapan Global Good Agriculture Practice (GAP) atau praktek budidaya yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan terpenuhinya standar Global GAP maka jika ingin memasarkan produk ke negara-negara yang menerapkan standar tersebut akan lebih mudah masuknya," katanya.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.antara.co.id/view/?i=1241093348&amp;amp;c=EKB&amp;amp;s=BIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1331783439893650719?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1331783439893650719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/buah-salak-indonesia-dipasarkan-sebagai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1331783439893650719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1331783439893650719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/12/buah-salak-indonesia-dipasarkan-sebagai.html' title='Buah Salak Indonesia Dipasarkan Sebagai Salak Thailand'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1588893840263858182</id><published>2009-06-10T09:12:00.001+08:00</published><updated>2009-06-14T09:15:38.620+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk'/><title type='text'>Salak Pondoh dari Indonesia, diberikan label Salak Thailand</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produk salak kita, diberikan label Thailand…..Gimana sih jalan keluarnya agar tidak demikian ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada berita dari Antara news, yang menyebutkan “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buah Salak Indonesia Dipasarkan Sebagai Salak Thailand”&lt;/span&gt; rasanya ironis sekali, memangnya segala produk pertanian kok memakai label Thailand, yang menjadi pertanyaan apakah benar bahwa segala produk pertanian itu memang sumbernya Thailand, apakah Indonesia tidak punya produk pertanian?&lt;br /&gt;Ada juga berita yang mengatakan bahwa batik kita di patenkan atau di akui sebagai batik Malaysia,  kesenian reog Ponogogo di akui sebagai kesenian asli Malaysia, produk tempe dan tahu kita telah di patenkan di negara lain, sehingga bila kita nanti menjual tempe di negara lain harus membayar royalty kepada empunya paten atas tempe dan tahu tersebut.&lt;br /&gt;Pada hal kita tahu bahwa  semua yang diakui maupun dipatenkan adalah milik Indonesia semua, dan orang yang memperdagangkan produk tersebut tidak ada / bebas tanpa harus membayar royalty, karena memang hal itu seperti telah diakui oleh semua bangsa Indonesia memang milik semua bangsa Indonesia, sehingga tanpa ada paten.&lt;br /&gt;Tapi bagaimana mencari jalan keluarnya agar hal tersebut tidak dipatenkan oleh negara lain atau orang yang secara sengaja mematenkannya di negara lain?&lt;br /&gt;Alternatif pertama, adalah produk-produk tersebut dipatenkan saja misalnya atas nama bangsa Indonesia, sehingga bangsa lain tidak dapat mematenkannya di negara lain tersebut.&lt;br /&gt;Alternatif kedua, dipatenkan atas nama orang atau badan tertentu, namun dengan perjanjian tidak perlu membayar royalty apabila hal tersebut diperdagangkan oleh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Alternatif ketiga, dibuat undang-undang yang menyatakan bahwa produk tersebut adalah milik bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya yang penting jangan sampai semua produk2 Indonesia dipatenkan oleh bangsa lain.&lt;br /&gt;Atau pemerintah kita tanggap dengan hal-hal yang disebutkan diatas, sehingga bangsa Indonesia tidak dirugikan oleh bangsa lain.&lt;br /&gt;Ini sekedar ide, mungkin bisa dibilang ide yang sulit direalisasikan, tapi rasanya gemes dengan tingkah laku negara lain, yang diam-2 bisa merugikan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1588893840263858182?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1588893840263858182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/06/salak-pondoh-dari-indonesia-diberikan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1588893840263858182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1588893840263858182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/06/salak-pondoh-dari-indonesia-diberikan.html' title='Salak Pondoh dari Indonesia, diberikan label Salak Thailand'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1712034884316245353</id><published>2009-05-14T11:06:00.007+08:00</published><updated>2009-06-03T15:56:38.150+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salak'/><title type='text'>Salak JEMBER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/SguM5SV1NkI/AAAAAAAAAAw/hG8OSZfnYpE/s1600-h/salak3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/SguM5SV1NkI/AAAAAAAAAAw/hG8OSZfnYpE/s400/salak3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335513099354322498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Salak Pondoh dari nglumut di Pondok Jeruk, Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Jember ( dikembangkan tanpa pupuk kimia )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Pondok Jeruk, salak yang di tanam oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pak Mohamad Ikbal&lt;/span&gt; sudah berumur kira-kira sudah berumur 5 tahunan dan sudah berproduksi, walaupun belum sepenuhnya kebun salak itu berproduksi secara optimal. Hal ini disebabkan dalam menanam bibitnya didatangkan dari Magelang. Pada waktu itu masih dalam taraf percobaan penanaman salak pondoh tersebut, sehingga bibit didatangkan sebanyak dua kali pada periode yang berbeda.&lt;br /&gt;Pada masa penanaman percobaan itu banyak bibit yang ditanam, pada musim kemarau mati sebagian, dan sebagian hidup. Untuk tanaman yang sebagian mati pada periode selanjutnya didatangkan lagi bibit dari Magelang dan ditanami kembali atas tempat2 yang tanaman salak yang  mati terebut. Sehingga pertumbuhan atas salak yang ditanam pada periode pertama dan periode berikutnya berbeda dan saat berbuah antara salak periode pertama dan periode berikutnya berbeda juga. Hal tersebut mengakibatkan berbuahnya salak dalam satu kebun tidak bersamaan.&lt;br /&gt;Saat ini kebun salak tersebut telah menghasilkan buah salak, walaupun tidak banyak tetapi sudah dapat menjual dalam satu minggu 2 kali dipanen, bahkan pada masa panen raya yaitu bulan-bulan oktober sampai dengan desember dapat dipanen dalam satu minggu 3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salak Pondoh&lt;/span&gt; Lain dari yang lain&lt;br /&gt;Salak yang ditanam di kebun, lain dari yang lain, karena salak tersebut pemeliharaanya tidak menggunakan pupuk kimia, makanya salak tersebut dapat dikatakan salak organik, karena pemeliharaannya dengan menggunakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;pupuk kandang, pupuk kompos dan tanpa menggunakan pestisida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya salak itu belum dipromosikan ke pasaran bahwa salak produksi pondok jeruk adalah salak pondoh organik. Oleh karena itu melalui blog ini diperkenalkan ke masyarakat bahwa salak pondoh nglumut, dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pondok jeruk, wringin agung, kecamatan Jombang &lt;/span&gt;adalah salak nglumut organik, yang harganya tidak mahal, dan dapat dikatakan harganya wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi hal yang belum bisa dipecahkan persoalan yang ada di kebun salak tersebut, yaitu bahwa pada bulan Januari s/d Pebruari adalah musim hujan, dimana pada musim tersebut banyak angin dan hujan juga besar, menyebabkan pohon salak goyang dan bunga yang sedang mekar tidak jadi serbuki oleh benang sari, akhirnya bunganya tidak menjadi buah tapi busuk dan menjadi kering. Pada hal bunga salak pada musim hujan terebut telah dibuatkan tutup agar tidak kehujanan, tetapi karena hujannya besar tetap saja bunga salak itu tidak dapat diserbuki &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;benang sari dan mengering bunganya&lt;/span&gt;.  Hal tersebut menyebabkan buah salak selama 3 bulan tidak panen. Untuk itu, penulis &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harapkan komentar, saran atau jalan keluar apa yang dapat diambil&lt;/span&gt;, agar pada musim tersebut salak masih tetap berbuah dan dapat memanen salak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya itulah cerita salak yang ada di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pondok Jeruk, Wringin-Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1712034884316245353?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1712034884316245353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/05/salak-organik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1712034884316245353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1712034884316245353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/05/salak-organik.html' title='Salak JEMBER'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/SguM5SV1NkI/AAAAAAAAAAw/hG8OSZfnYpE/s72-c/salak3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-6307930514590806433</id><published>2009-04-15T09:14:00.004+08:00</published><updated>2009-06-03T20:36:23.132+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salak'/><title type='text'>SALAK JEMBER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/Sgg0XOQZ__I/AAAAAAAAAAo/BC4qR19Xris/s1600-h/salak1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/Sgg0XOQZ__I/AAAAAAAAAAo/BC4qR19Xris/s320/salak1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334571332188897266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potensi Salak Yang  tidak dapat di sepelekan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membaca berita di Republika News room, Sabtu, 13 Desember 2008 pukul 16:03:00&lt;br /&gt;Yang memuat judul: “ &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Setiap Minggu, Cina Impor Dua Ton Salak Indonesia &lt;/span&gt;“ sangat menarik, karena sampai sekarang para petani salak, terutama di daerah pengembangan kebun salak, masih belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah daerah, yang nota bene sebenarnya kebijakan pemerintah daerah tersebut, seharusnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam hal ini masyarakat yang mengusahakan dan mengebunkan salak untuk mendapatkan perhatian pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi di daerah jember, terutama yang ada di daerah kecamatan jombang maupun kecamatan semboro, sampai sekarang petani yang mengebunkan salak dan tentunya mengusahakan untuk menjadi mata pencaharian para petani salak tersebut belum tersentuh kebijakan pemda setempat.&lt;br /&gt;Apakah  yan diinginkan para petani / pekebun salak itu?&lt;br /&gt;Tentunya yang diinginkan adalah perhatian dari pemerintah setempat, yaitu misalnya bantuan dalam budidaya pertaniannya, permodalan, dan pemasaran.&lt;br /&gt;Bantuan dalam budidaya pertanian, yang diinginkan petani adalah bimbingan dalam kerangka menanam salak berupa bimbingan penyuluhan untuk budidaya pertanian salak, informasi mengenai perkembangan penanaman salak, perkembangan pemuliaan tanaman salak, dengan munculnya varitas dari tanaman buah salak. Sampai saat ini pemerintah daerah dalam hal ini dinas pertanian tanaman pangan ataupun tanaman perkebunan dapat dikatakan penyuluhannya tidak menyentuh ke para petani salak.&lt;br /&gt;Bantan permodalan, dapat dikatakan sampai saat ini tidak ada sama sekali bantuan modal untuk para petani yang membudidayakan salak yang ada di daerah kecamatan jombang. Oleh karena itu kami sebagai petani yang membudidayakan salak, mohon kepada pemda setempat untuk memberikan perhatian terutama untuk masalah permodalan.&lt;br /&gt;Bantuan untuk pemasaran, apalagi yang dikatakan perhatian dalam pemasaran, dirasakan belum tersentuh sama sekali.&lt;br /&gt;Namun sampai saat ini, petani salak di jombang, walaupun perhatian dari pemerintah daerah belum ada, masih tetap tekun mengusahakan tanaman salaknya, kadang-kadang mereka terkendala oleh masalah iklim/musim.&lt;br /&gt;Bila &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;musim hujan datang,&lt;/span&gt; dimana terdapat angin dan mengakibatkan banjir pada tanaman salaknya, maka bunga dan buah menjadi rontok, dan buahnya busuk tidak dapat dijual salaknya. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Disinilah petani salak merugi dan perhatian dari pemda setempat tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka tidak dapat berbuat apa2, kecuali hanya menunggu dan menunggu, entah apa yang ditunggu. Tentunya banyak yang ditunggu, yaitu uluran tangan pemda setempat, tapi tidak kunjung datang.&lt;br /&gt;Kiranya dengan tulisan ini, mudah-2an petani salak yang ada di kecamatan jombang, kabupaten Jember mendapat perhatian pemda setempat, semoga……..&lt;br /&gt;Dan harapannya kapan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;petani salak di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember&lt;/span&gt; ini dapat merasakan seperti apa yang terdapat dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berita Republika diatas&lt;/span&gt;, yaitu Kapan bisa mengekspor salaknya ke Cina…………..? Kapan..kapan…?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-6307930514590806433?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/6307930514590806433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/05/potensi-salak-yang-tidak-dapat-di.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/6307930514590806433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/6307930514590806433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/05/potensi-salak-yang-tidak-dapat-di.html' title='SALAK JEMBER'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/Sgg0XOQZ__I/AAAAAAAAAAo/BC4qR19Xris/s72-c/salak1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-5735096365362285722</id><published>2009-04-14T14:57:00.004+08:00</published><updated>2009-05-11T22:16:17.491+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salak'/><title type='text'>Berkebun Salak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/Sggy4tQzYeI/AAAAAAAAAAY/z4qmZjqGFX4/s1600-h/salakpondoh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/Sggy4tQzYeI/AAAAAAAAAAY/z4qmZjqGFX4/s200/salakpondoh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334569708424487394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya adalah Salacca zalacca.&lt;br /&gt;Tanaman salak ini perdu atau dapat dikatakan hampir tidak berbatang, batang salak berduri banyak, melata dan beranak banyak, tumbuhnya berumpun yang rapat dan kuat. Batang menjalar di bawah atau diatas tanah membentuk rimpang.&lt;br /&gt;Bauah salak berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, dan terbungkus oleh sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting.&lt;br /&gt;Salak itu berumah dua artinya bahwa bunga jantan dan bunga betina terpisah, sehingga untuk penyerbukannya memerlukan bantuan. Penyerbukan dapat terjadi karena ada dengan perantaraan manusia atau angin.&lt;br /&gt;Salak ditanam biasanya untuk dimanfaatkan buahnya, yang terkenal dengan sebutan buah meja. Salak dapat dimakan segar, atau juga dapat dibuat manisan, asinan, dikalengkan atau dikemas sebagai keripik salak. Salak biasanya dijual oleh pedagang kaki lima, warung, toko,  supermarket dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis salak.&lt;br /&gt;Jenis salak yang dibudidayakan / dikebunkan oleh masyarakat banyak macamnya. Adapun salak kita ketahui jenisnya antara lain: salak di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan yang terkenal di Bali. Namun demikian di Jawa ada jenis salak yang rasa buahnya manis, dapat dikatakan tidak ada sepatnya yaitu salak pondoh yang pertama dibudidayakan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Saat ini Salak pondoh sudah dibudidayakan di Seluruh Jawa dan Sumatera, bahkan di Kalimantanpun sudah mulai dibudidayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan Salak.&lt;br /&gt;Pemeliharaan salak, sebenarnya tidak sulit mengingat salak tanaman yang bisa tumbuh sampai berumur puluhan tahun. Sehingga sekali tanam untuk beberapa tahun, jadi peremajaannya tidak terlalu diperlukan.&lt;br /&gt;Salak, tidak begitu perlu pupuk buatan pabrik, tapi cukup dengan pupuk kandang, atau pupuk kompos. Dan pemupukan tidak perlu sering-2, cukup dalam satu tahun 2 kali pemupukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanenan Salak.&lt;br /&gt;Pemanenan salak, demikian juga tidak sulit, karena untuk memanen salak itu cukup dengan memeriksa buah yang sudah cukup untuk dipenen, untuk jenis salak pondoh bila dipanen terlalu tua, rasanya kurang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran buah salak.&lt;br /&gt;Pemasaran buah salak, biasanya ada tengkulak yang datang ke kebun untuk membeli salak, dan biasanya mereka membelinya dengan cara tunai, yaitu ada barang ada uang. Tidak pernah tengkulak membeli dengan cara hutang. Dan itu semua tergantung kepada pemilik kebun salak dan tengkulaknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-5735096365362285722?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/5735096365362285722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/04/berkebun-salak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/5735096365362285722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/5735096365362285722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/04/berkebun-salak.html' title='Berkebun Salak'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HSnXH7hEAXs/Sggy4tQzYeI/AAAAAAAAAAY/z4qmZjqGFX4/s72-c/salakpondoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7366269389328013041.post-1615287244617276948</id><published>2009-04-12T10:47:00.000+08:00</published><updated>2009-04-12T10:53:17.246+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam perkenalan'/><title type='text'>Selamat Kenal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini saya membuat blog mengenai salak, tujuannya adalah untuk saling berbagi mengenai informasi tentang salak. Adapun informasi mengenai salak bisa berupa pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pemanenan dan peremajaan tanaman salak.&lt;br /&gt;Selain hal-hal yang disebutkan diatas, ada juga masalah yang pokok juga yaitu masalah pemasaran salak itu bagaimana, agar kebun salak dapat menghasilkan. Oleh karena itu saya ingin berbagi informasi dengan para pembaca dan peminat tanaman salak yang mau mengunjungi blog ini.&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ucapkan salam perkenalan saya, semoga para pengunjung atau pembaca sudi berbagi informasi.&lt;br /&gt;Terakhir sekali lagi saya ucapkan salam perkenalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7366269389328013041-1615287244617276948?l=salak-dua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salak-dua.blogspot.com/feeds/1615287244617276948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/04/selamat-kenal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1615287244617276948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7366269389328013041/posts/default/1615287244617276948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salak-dua.blogspot.com/2009/04/selamat-kenal.html' title='Selamat Kenal'/><author><name>Cosmos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14561564878349689367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
